Project FrontEnd Sebo Studio umumnya memiliki struktur directori sebagai berikut:
Merupakan root directory, aturan penulisan project-name sebaiknya :
contoh : sebo-website, designspace-html, designspace-wp
HTML Files yang merupakan parent pages ditempatkan di root directory.
Aturan penulisan nama HTML Files sebaiknya :
contoh : index.html, services.html, archive-categories.html, blog-detail.html, blog-detail-with-sidebar.html
sub-directory digunakan jika terdapat sub-pages, misalkan halaman services.html memiliki sub-pages :
Aturan penulisan nama Sub Pages (HTML Files) mengikuti aturan penulisan nama HTML Files.
Pada direktori assets/css minimal terdapat satu file styles.css yang merupakan hasil compile dari scss.
Dalam sebuah project, umumnya lebih baik menggunakan single .css file dengan pertimbangan sebagai berikut :
Penggunaan Javascript bersifat opsional.
Script yang digunakan lebih dari satu halaman HTML, sebaiknya ditempatkan pada file global.js.
Sedangkan script yang hanya digunakan pada satu halaman HTML, opsional bisa ditempatkan pada file nama-page.js, pada internal script sebelum penutup </body>, atau dapat digabung pada file global.js
Umumnya file gambar png dan jpg minimal disediakan dalam dua versi yaitu @1x dan @2x.
Contoh penggunaan resolution switching pada tag img ditunjukkan pada code block berikut :
<img srcset="ill-image.jpg 1x,
ill-image@2x.jpg 2x"
src="ill-image.jpg"
alt="Image Name">
Contoh penggunaan resolution switching pada CSS background-image: ditunjukkan pada code block berikut :
.class-name{
background-image: url("ill-image.png");
background-image: -webkit-image-set(
url("ill-image.png") 1x,
url("ill-image@2x.png") 2x
);
background-image: image-set(
url("ill-image.png") 1x,
url("ill-image@2x.png") 2x
);
}
SCSS/SASS seperti CSS dengan format lebih keren. Perbedaan SCSS & SASS terletak pada format penulisan syntax. SCSS merupakan syntax baru dengan format lebih mirip dengan CSS. File-file SCSS selanjutnya akan di-compile menjadi file css.
Dengan SCSS kita bisa membuat nested rules, variables, mixins, mathematic-calculation, dsb. Lebih lanjut, SCSS dapat dipelajari di https://sass-lang.com/.
Dalam penulisan syntax SCSS sebaikya memperhatikan aturan-aturan berikut :
.selector-1{
.selector-2{
.selector-3{
.selector-4{
.selector-5{
background: red;
//hasil compile .selector-1 .selector-2 .selector-3 .selector-4 .selector-5
}
}
}
}
}
Penyusunan struktur directori dan penamaan file SCSS sebaiknya mengikuti aturan berikut :
Contoh susunan directori dan nama file SCSS :
Direktori ini berisi plugin-plugin yang dibutuhkan dalam project, seperti : font-awesome, slick.js, dll.